Ekselensia Tahfizh School Melakukan Studi Banding Tentang Adab Ke PONPES At Taqwa

Ekselensia Tahfizh School Melakukan Studi Banding Tentang Adab Ke PONPES  At Taqwa

BOGOR- Pengelola Ekselensia Tahfizh School (eTahfizh) melakukan kunjungan ke Pondok pesantren At Taqwa Depok pada Rabu (5/9) dalam rangka studi banding tentang penerapan praktis pengajaran adab di pesantren. Pondok pesantren ini dituju karena adab menjadi hal utama yang diajarkan di pesantren ini selain kitab dan silat.

Muhammad Syafi’ie el Bantanie, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan didampingi pengelola program eTahfizh Mulyadi Saputra dan Muhammad Asyari tiba di Pondok Pesantren At Taqwa sekira pukul 09.10 dan diterima langsng oleh Ust.Ahda dan Ust. Ardiansyah, selaku mudir ponpes.

Syafi’ie menyampaikan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk silaturrahim dan belajar dalam rangka memperbanyak masukan bagi kurikulum eTahfizh yang sedang digodok dan disempurnakan.

“Kunjungan ini dimaksudkan untuk menggali input dari pesantren untuk memperkaya konsep eTahfizh”, ungkapnya.

Ardiansyah, selaku mudir yang menemani tim eTahfizh menjelaskan banyak hal pada diskusi di kantor Ponpes selepas menemani tim eTahfizh berkeliling pondok. Diantaranya, Ia menyampaikan bahwa dalam pendidikan, adab menjadi hal yang utama. Ia menjelaskan cara pengajaran adab yang diterapkan di Ponpes At Taqwa.

“Yang dilaksanakan di At Taqwa, santri diajarkan adab melalui pengajian kitab-kitab adab. Mereka harus tahu ilmunya”, ujarnya.

Ia juga menyampaikan adab juga harus diajarkan lewat pembiasaan dan kedisiplinan.

“Pengajaran adab harus lewat pembiasaan karena pengajaran adab itu harus berulang-ulang dan hanya bisa ditempuh lewat pembiasaan. Kedisiplinan juga penting karena kalau nggak disiplin, nggak ada adab.” tambahnya.

Hal terpenting dalam pengajaran adab yaitu keteladanan guru.

“Guru harus otoritatif. Dari segi ilmu dan juga pengalaman. Ia juga harus bisa diteladani dari kelimuan dan juga akhlaqnya”.

Dalam proses mendidik, seorang guru juga dituntut untuk melibatkan Allah dengan cara banyak mendo’akan muridnya.

“Seorang guru harus mendoakan muridnya. Karena yang membuka pintu-ilmu ilmu adalah Allah, bukan kita sebagai seorang guru”, pungkasnya.

Kunjungan selama sekira 2,5 jam ditutup dengan tukar-menukar cinderamata antara pihak eTahfizh dan ponpes At Taqwa yang diwakili  Syafi’ie dan Ardiansyah.

[Adrie]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares