EMAIL US AT info@etahfizh.org
CALL US NOW (+62) 85 77 9696308
DONASI

Menjadi Orang Tua Terbaik Melalui Cara Ini

Oleh: Syafei Al Bantanie

Jangan anggap remeh keterampilan yang satu ini. Lewat memijatlah kita akan banyak tahu tentang rahasia anak. Biasanya orang kalau sedang dipijat suka bercerita secara mengalir. Ditanya satu, jawabnya bisa sepuluh. Demikian juga dengan anak remaja kita. Ia merasakan relaksasi dan kenyamanan. Karenanya, emosinya menjadi stabil. Hanya perlu memancing dengan satu pertanyaan, keluarlah rahasia anak yang seringkali penting diketahui Bundanya. Misalnya, masalah ada teman sekelasnya yang suka kepadanya.

Salah satu masalah pengasuhan saat ini adalah remaja sekarang sudah merasa punya privasi, yang bahkan tidak boleh diketahui oleh orangtuanya. Ini bisa menjadi bom waktu yang menghancurkan. Jangan geer menganggap remaja yang sering mengatakan, “that’s my privacy” adalah remaja yang mandiri. Salah besar. Justru seringkali dari sinilah masalah besar bermula.

Mengapa bisa demikian? Karena, kita tidak tahu perkembangan apa yang dialami anaknya. Anak  nggak mau cerita karena dianggapnya ini privasinya. Kita nggak perlu tahu, bahkan nggak boleh tahu dan ikut campur. Kebanyakan kasus yang saya tangani adalah masalah pacaran. Celakanya, gaya pacaran remaja sekarang sudah kesetanan alias nggak waras. Misalnya, ada remaja putri SMA curhat ke saya bahwa dia berpacaran dan telah melakukan hubungan seks dengan pacarnya berkali-kali sampai ketagihan. Sampai kasusnya separah ini, orang tuanya nggak tahu.

Karena itu, dalam pengasuhan, mestinya tidak ada privasi anak kepada orang tuanya. Dan, salah satu cara menjebol privasi anak adalah dengan memijat. Dalam memijat, ada sentuhan kasih sayang kita kepada anak. Saat syaraf-syaraf di telapak kaki, punggung, dan telapak tangan terstimulasi, anak merasakan kenyamanan. Dengan suasana nyaman itulah, Bunda bisa “mengorek” rahasia anak. Anak pun bercerita kepada kita dengan santai.

Karena itu, luangkan waktu untuk memijat anak-anak, terutama saat menjelang tidur. Berikan sentuhan dan pijatan kasih sayang kepada anak-anak. Tidak perlu lama. Mungkin hanya sepuluh sampai lima belas menit sudah cukup. Dari sinilah ikatan emosi antara kita dan anaknya dirajut lebih erat lagi setelah yurdhi’na dan memasak. Anak merasa diperhatikan, bahkan sampai urusan pijat memijat.

Terlebih lagi bila keterampilan memijat ini dipadukan dengan keterampilan mendengar. Hasilnya cespleng. Anak merasa tidak perlu memiliki privasi khusus kepada orang tuanya. Malah anak akan menjadikan kita tempat untuk curhat dan meminta pertimbangan atas semua masalah yang dihadapinya. Karena, orang tua asyik sekali dijadikan tempat curhat sambil menikmati pijatan sayang dari kita.

Lantas, apakah kita harus kursus memijat? Tentu saja tidak perlu. Konteks yang kita bicarakan di sini bukan memijat profesional untuk menghilangkan pegal-pegal. Melainkan, memijat yang dasar-dasar saja, semampunya. Titik tekannya ada ikatan emosi yang hendak dibangun di sini antara kita dan anak melalui pijatan. Karena, sejatinya yang dirasakan anak bukanlah pijatannya, melainkan kasih sayangnya.

Maka, sempatkanlah memijat anak remaja kita agar tidak ada lagi privasi anak kepada orang tuanya. Ini poin penting dalam keberhasilan pengasuhan. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang selalu dirindukan anak-anakmu karena tidak sungkan memijat mereka sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: