CALL US NOW 08 123 123 30 71
DONASI

Keajaiban yang Perlu Haqers Ketahui

Keajaiban yang Perlu Haqers Ketahui

Hubungan antara Alquran dan sains ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Alquran menghormati kedudukan ilmu dengan penghormatan yang tidak ditemukan bandingannya dalam kitab kitab suci yang lain. Di dalam Alquran terdapat beratus-ratus ayat yang menyebut tentang ilmu pengetahuan dan sains yang merupakan salah satu isi pokok kandungan kitab suci Alquran. Bahkan kata ‘ilm dan turunannya (tidak termasuk al alam, al alamin, dan alamatyang disebut 76 kali) disebut sebanyak 778 kali.

Selain itu sains juga merupakan salah satu kebutuhan agama Islam, hal ini dibuktikan dengan fakta setiap kali umat Islam melaksanakan ibadah memerlukan penentuan waktu yang tepat. Contohnya dalam melaksanakan shalat, menentukan awal bulan Ramadan, pelaksanaan haji semuanya memiliki waktu tertentu dan untuk menentukan waktu yang tepat diperlukan ilmu astronomi yang memang termasuk dalam sains. Pandangan Islam terhadap ilmu pengetahuan ini bertolak belakang dengan pandangan para ilmuan Barat yang sebagian besar berpaham materialis. Mereka menganggap ilmu pengetahuan tidak dapat disatukandengan agama. Bahkan para pemikir Barat sekarang ini berada ditengah-tengah peperangan antara agama dan ilmu pengetahuan. Hampir tidak mungkin mereka sekarang ini menerima kenyataan adanya pertemuan secara mendasar antara agama dan ilmu pengetahuan.

Secara historis, timbulnya pemikiran tersebut sebenarnya dilatarbelakangi oleh sikap antipati gereja terhadap ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. Itulah sebabnya para ilmuan Kristen pada zaman dahulu, seperti Nicholas Copernicus dan Galileo Galilei, dihukum mati oleh gereja, karena penemuan ilmiah mereka yang dianggap bertentangan dengan paham gereja. Menurut Quraish Shihab, pertentangan antara kaum agamawan dengan ilmuan di Eropa itu disebabkan oleh sikap radikal kaum agamawan Kristen yang hanya mengakui kebenaran dan kesucian Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sehingga orang-orang yang mengingkarinya dianggap “kafir” dan berhak mendapatkan hukuman.

Di lain pihak, para ilmuan mengadakan penyelidikan-penyelidikan ilmiah yang hasilnya bertentangan dengan kepercayaan yang dianut oleh pihak gereja (kaum agamawan). Akibatnya, tidak sedikit ilmuwan yang menjadi korban olehpenindasan dan kekejaman pihak gereja.

Islam adalah agama yang mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama merupakan sesuatu yang saling berhubungan dan melengkapi. Alquran merupakan sumber ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan merupakan sarana untuk mengaplikasikan segala sesuatu yang tertuang dalam ajaran Islam.

Bukti bahwa Islam merupakan agama yang menekankan pengembangan ilmu pengetahuan adalah dengan ditemukan ratusan ayat yang membicarakan tentang petunjuk untuk memperhatikan bagaimana cara kerja alam dunia ini. Tidak kurang dari 750 ayat dari 6000-an ayat Alquran memberikan gambaran kepada manusia untuk memperhatikan alam sekitarnya.

Selain itu, biasanya ayat-ayat yang membahasnya diawali maupun diakhiri dengan sindiran-sindiran seperti; “Apakah kamu tidak memperhatikan?”, “Apakah kamu tidak berpikir?”, “Apakah kamu tidak mendengar?”,”Apakah kamu tidak melihat?”. Sering pula di akhiri dengan kalimat seperti”Sebagai tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”, “Tidak dipahami kecuali oleh Ulul Albaab”. Demikianlah mukjizat terakhir Rasul yang selalu mengingatkan manusia untuk mendengar, melihat, berpikir, merenung, serta memperhatikan segala hal yang diciptakan Allah di dunia ini.

Berkat dorongan ayat-ayat tersebutlah,ulama-ulama pada abad ke 8-10 Masehi di Timur Tengah mampu mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan yang berlandaskan pada riset (dengan cara mendengar, melihat, memperhatikan, merenungkan, dan memikirkan) dan mengimplementasikannya dalam bentuk alat-alat maupun metode yang berguna bagi kehidupan manusia.

Jika kita membuka kembali lembaran sejarah masa kejayaan Islam, kita akan mendapati begitu banyak sumbangsih umat Islam bagi dunia Ilmu pengetahuan dan sains. Pada masa itu, dunia di luar Islam diselubungi kegelapan ilmu perdukunan, mantra dan jampi-jampi menjadi jalan untuk pengobatan. Namun berbeda di dunia Islam, seorang Ibnu Sina telah mengembangkan berbagai metode pembedahan manusia, dialah sang bapak kedokteran modern. Karya monumentalnya, Alqanun fi At Tib (yang diterjemahkan ke Eropamenjadi canon), menjadi rujukan utama dunia kedoktekan sampai abad ke 19.

Dikenal juga saintis Islam yang bernama al-Khawarizmi, dia telah mengembangkan metode algoritma. Kenapa disebut al-Goritma ? al-Goritma merupakan aksen eropadari nama al-khawrizmi. Seperti ilmuwan lainnya, Ibnu Sina menjadi Avecina, Ibnu Rusyd menjadi Averoes. Dan masih banyak lagi penemuan-penemuan di dunia Islam pada masa itu seperti, metode fotografi paling awal yang disebut ruang gelap, jam air, piston.

Namun alangkah ruginya, umat Islam saat ini yang kurang sekali mengapresiasi kandungan Alquran, akibat banyaknya muslim yang tidak paham bahasa Alquran, meskipun hanya sebatas pemahaman tingkat dasar.Akibat tidak paham bahasa Alquran, membaca Alquran hanya sebatas ritualitas saja. Bahkan banyak generasi muda yang enggan untuk sekadar menyentuhnya, apalagi untuk membacanya. Hal ini tidak lain disebabkan oleh minimnya pengetahuan generasi muda Islam terhadap bahasa Alquran

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: