CALL US NOW 08 123 123 30 71
DONASI

Haqers Perlu Tahu Besarnya Pengaruh Al-Qur’an Terhadap Kualitas Hidup Seseorang

Perkembangan zaman memang merubah segalanya, termasuk generasi muda bagi sebuah negara. Di satu sisi, perkembangan zaman dengan segala kecanggihannya membawa kemudahan.

Memang betul bahwa sekarang masih banyak generasi muda yang peduli akan masa depannya dan masa depan bangsanya, misalnya melalui prestasi, baik dari yang bersifat ilmiah hingga yang bernuansa Islam. Bahkan seperti yang dikutip dari laman jawapos.com, jumlah penghafal Quran di Indonesia mencapai 30 ribu orang. Tentu hal ini menjadi kabar gembira bagi kita semua.

Namun, hal ini tidak terlalu menggembirakan setelah kita membandingkannya dengan jumlah pecandu narkoba. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dikutip dari laman newsokezone.com, sebanyak 5,9 juta anak di Indonesia sudah menjadi pecandu narkoba. Belum lagi berdasarkan data tahun 2013, kasus hamil di luar nikah usia 10-11 tahun mencapai 600.000 kasus dan usia 15-19 tahun mencapai 2,2 juta kasus seperti yang dikutip dari laman surabayatribunnews.com. Tidak seharusnya kasus seperti ini terjadi di negara kita yang mana mayoritas penduduknya beragama Islam.

Generasi muda adalah salah satu kekuatan bagi suatu umat atau negara. Untuk melihat nasib masa depan sebuah negara ialah dengan melihat generasi muda saat ini. Jika generasi mudanya baik maka baiklah masa depan sebuah negara tersebut. Karena saking pentingnya generasi muda, Ir. Soekarno Sang Proklamator pernah berkata, “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh orang pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. 

Generasi muda adalah aset suatu bangsa, sehingga harus dijaga dan dirawat dengan baik, mengingat generasi muda sangatlah rentan terhadap derasnya arus modernisasi saat ini. Jika kita lihat melalui konteks keislaman, tentu Islam sudah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap generasi muda. Kita lihat pada zaman dahulu banyak pemuda muslim yang tampil dengan keberanian dan kegagahannya untuk berjihad di medan perang. Inilah pemuda yang diharapkan Islam.

Bukan hanya sekadar mengikuti arus perkembangan zaman, namun juga mampu bersaing melawan zaman itu sendiri agar hidupnya tidak mudah goyah dan tetap berpegang teguh kepada Alquran. Alquran melarang jika meninggalkan generasi yang lemah, hal ini seperti yang termaktub dalam Alquran surah an-Nisa ayat 9

Menurut Quraish Shihab, ayat di atas berpesan agar umat Islam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas sehingga mampu mengaktualisasikan potensi dirinya untuk bekal di masa mendatang. Seperti inilah Alquran memandang generasi muda. Jangan sampai generasi muda itulah yang justru menjadi penghancur bangsanya sendiri.

Secara formal, Alquran telah diimani dan disepakati sebagai kitab yang terlengkap dan berlaku sepanjang masa, namun faktanya Alquran sudah diabaikan sebagai solusi dalam menyelasaikan permasalahan umat.

Padahal jika Alquran menjadi pegangan utama, tentu tidak ada lagi yang namanya krisis moral seperti yang sudah dipaparkan di atas. Jika kita membeli sebuah sepeda motor, tentu kita akan mendapat buku panduan untuk menjalankan sepeda motor tersebut agar aman dalam berkendara. Begitu juga Allah Swt. sudah memberikan manusia kaidah-kaidah atau petunjuk, yang mana petunjuk ini berguna untuk mengarungi segala masalah yang dihadapi hamba-hamba-Nya.

Tentu tidak lain dan tidak bukan petunjuk itu adalah Alquran. Dengan Alquran semuanya akan menjadi baik. Hal ini seperti yang termaktub dalam Alquran surah al-Isra ayat 9.

Lalu, mengapa muncul kejahatan dan kerusakan? Awalnya manusia dilahirkan dengan kondisi suci atau sudah membawa potensi keimanan, kemudian orang tuanyalah yang mengubahnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Pengaruh orang tua disini memberi pengertian kepada kita bahwa ada pengaruh lingkungan untuk membentuk karakter seorang anak. Begitu juga di era milenial yang sangat rentan ini, sudah seharusnya kita sebagai anak atau bahkan sebagai calon orang tua selalu berusaha menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan.

Jangankan berusaha menanamkan nilai-nilai Alquran, mendengarkannya pun sudah memberi pengaruh yang amat besar bagi manusia. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ahmad al-Qadhi yang mana hasil riset tersebut dipresentasikan dalam konferensi tahunan ke-17 Ikatan Dokter Amerika, di Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat.

Dari hasil penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa mendengarkan bacaan ayat suci Alquran membawa pengaruh yang signifikan terhadap perubahan fisiologi dan psikologi manusia. Melalui hasil penelitian tersebut dapat kita lihat betapa agungnya mukjizat dari sebuah kitab suci umat Islam ini. Tidak dapat kita pungkiri bahwa dengan kebesaran mukjizat yang sudah teruji tersebut terkandung banyak nilai-nilai positif di dalamnya dan nilai-nilai tersebut sangat berpengaruh terhadap orang yang berusaha mengamalkan isi dari Alquran itu.  Sisi mukjizat lain dari Alquran yaitu sebagai penawar.

Hal ini juga terbukti dari penelitian di Florida yang menyimpulkan bahwa Alquran memberi pengaruh hingga 97% dalam memberikan ketenangan dan penyembuhann penyakit. Dari beberapa mukjizat dari Alquran tersebut dapat dikatakan bahwa rusaknya moral generasi era milenial disebabkan jauhnya mereka dari Alquran. Hal ini diperkuat lagi dengan penelitian yang saya lakukan terhadap 93 responden. Dari 93 responden tersebut, 98% mengatakan bahwa mereka sangat membutuhkan akan Alquran. Menurut mereka, hati mereka sangat tenang setelah membaca Alquran. Padahal dari 98% responden tersebut, ada 89% yang mengakui bahwa mereka hanya membaca Alquran tanpa melihat terjemah atau tafsirnya. Dari sini dapat kita lihat bahwasanya dengan membaca Alquran tanpa melihat terjemah atau tafsirnya pun bisa membuat hati seseorang tenang, apalagi berusaha memahami maksudnya, bahkan mengamalkannya.

Jika hati seorang hamba telah terikat dengan Alquran dan yakin bahwa keberhasilan, keselamatan, kebahagiaan serta kekuatannya terletak pada membaca dan menghayati kitab tersebut, maka itulah titik tolak kebangkitannya menaiki tangga kesuksesan dan kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Sehingga hal-hal yang buruk dapat ia hindari karena ia memiliki Alquran sebagai pedomannya. Beginilah besarnya pengaruh Alquran terhadap kualitas hidup seseorang, mendengarkannya saja mendapat pengaruh yang besar terlebih lagi membaca atau menghayati bahkan berusaha mengamalkan isinya.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: