CALL US NOW 08 123 123 30 71
DONASI

Bersabarlah Menempuh Tahun Sanah agar Sampai kepada Tahun ‘Am

Bersabarlah Menempuh Tahun Sanah agar Sampai kepada Tahun ‘Am

Oleh: Muhammad Syafi’ie el-Bantanie
Jalan kehidupan tidak selamanya lurus dan rata. Ada kalanya kita mesti menyusuri jalan kehidupan berliku dan mendaki. Ada masanya kita harus melewati jalan kehidupan yang penuh onak duri.
Itulah sunnatulah. Renungannya, akan kuatkah kaki kita melangkah menyusuri tantangan kehidupan dalam kesabaran dan keistiqamahan? Seringkali kita merasa lemah menghadapinya. Sehingga, yang muncul adalah keluh kesah, dan tidak jarang putus asa. Padahal, saat masalah lebih berat daripada biasanya datang menghadang, itu artinya inilah saatnya naik kelas dalam kehidupan.
Mari kita belajar dari kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam yang diabadikan dengan inspiratif dalam Al-Qur’an.
“Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka seribu tahun (sanah) kurang lima puluh tahun (‘am). Kemudian, mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang zalim.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 14).
Ada yang menarik pada ayat di atas. Alquran menggunakan dua kata yang berbeda untuk menyebut tahun, yaitu sanah dan ‘am. Ini menarik perhatian para ulama.
Secara bahasa, sanah dan ‘am sama-sama berarti tahun. Namun, secara kandungan bahasa, keduanya memiliki makna berbeda.
Sanah biasa digunakan untuk menyebut tahun-tahun penuh perjuangan dan tantangan. Sedang, ‘am biasa digunakan untuk menyebut tahun-tahun penuh pertolongan dan anugerah kenikmatan.
Selama lebih kurang 900 tahun adalah tahun-tahun penuh perjuangan dan tantangan (sanah) bagi Nabi Nuh. Setiap hari siang dan malam Nabi Nuh berdakwah, namun kaumnya berpaling dan menyombongkan diri (QS. Nuh [71]: 5-7).
Namun, Nabi Nuh menempuhi itu semua dengan penuh kesabaran dan keistiqamahan. Nabi Nuh tidak pernah meminta pensiun kepada Allah. Hingga tiba masanya Allah menetapkan keputusan bagi kaum Nuh. Banjir besar membinasakan kaum Nuh.
Sebakda banjir besar yang menenggelamkan kaumnya, Nabi Nuh bersama para pengikutnya memulai kembali kehidupan untuk meneruskan kelangsungan manusia di bumi. Mereka hidup damai, tentram, dan berlimpah kenikmatan dalam naungan cahaya Islam. Inilah tahun-tahun ‘am bagi Nabi Nuh ‘alaihissalam.
Maka, bersabarlah dan tetaplah istiqamah dalam keta’atan saat menempuh tahun-tahun sanah dalam kehidupan, hingga akhirnya Allah menghadirkan tahun-tahun ‘am bagi kita dalam kehidupan.
Wallaahu a’lam…

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: